Membedah Diskursus Seksualitas dan Mental: Kolaborasi Pelajar Putri Jabar-Sulsel Kupas Tuntas Isu Inklusi Sosial
BANDUNG, 30 November 2025 — Isu mengenai seksualitas, kesehatan mental, dan kedudukannya di ruang sosial kerap menjadi pusaran perdebatan yang sensitif di tengah masyarakat. Mengambil langkah berani untuk mengurai benang kusut tersebut secara akademis, komunitas Like-R berkolaborasi dengan Bidang Ipmawati Jawa Barat, Ipmawati Sulawesi Selatan, dan Kesehatan Garut menggelar forum diskusi daring yang provokatif sekaligus edukatif.
Digelar pada Ahad, 30 November 2025, forum bertajuk "Bincang Bincang Kesehatan Episode 14" ini mengudara via platform Zoom. Dengan mengangkat tajuk sentral "Apakah LGBT Kelainan Mental atau Orientasi Seksual?", diskusi ini membedah fenomena tersebut tanpa tendensi menghakimi, melainkan melalu kacamata keilmuan dan realitas sosial.
Dua Lensa Analisis: Psikologi dan GEDSI
Alih-alih terjebak pada debat kusir, Bincang Kesehatan ini menawarkan kerangka berpikir yang komprehensif dengan menghadirkan dua pimpinan pelajar putri lintas provinsi sebagai pemantik diskursus:
-
Lensa Inklusi Sosial (Alifah - Kabid Ipmawati Jabar): Menyoroti isu ini dari perspektif GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion). Paparan difokuskan pada bagaimana struktur masyarakat merespons keberagaman, menakar batasan inklusi sosial, serta membenturkan realitas lapangan dengan nilai-nilai moral yang berlaku di Indonesia.
-
Lensa Psikologi Klinis (Hafizah - Kabid Ipmawati Sulsel): Mengurai kebingungan publik mengenai batasan antara diagnosis kesehatan mental dan orientasi seksual murni. Diskusi diarahkan untuk memahami mekanisme psikologis, literasi kesehatan mental, dan penanganan yang tepat secara keilmuan.
Ruang Aman untuk Berpikir Kritis
Kegiatan yang dimulai pada pukul 13.30 WIB ini didesain sebagai ruang aman (safe space) bagi para pelajar dan kaum muda untuk mengeksplorasi isu yang selama ini dianggap tabu.
Melalui episode ke-14 ini, penyelenggara tidak bermaksud mendiktekan satu kesimpulan mutlak. Sebaliknya, kolaborasi strategis antara aktivis pelajar putri Jabar dan Sulsel ini bertujuan untuk memfasilitasi generasi muda dengan pisau analisis yang tajam.
Dengan menyandingkan perspektif kesehatan mental, tuntutan inklusi sosial, dan penjagaan nilai moral, forum ini diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak gagap merespons dinamika sosial, serta mampu bersikap secara bijak, kritis, dan berlandaskan literasi keilmuan yang valid.