Mengasah Nalar Kritis Pelajar: PW IPM Jabar Helat Rakorbid Pengkajian Ilmu Pengetahuan
BANDUNG, 5 Desember 2025 — Di tengah pusaran arus informasi yang bergerak cepat, kecakapan literasi dan nalar kritis menjadi senjata utama bagi generasi muda. Menjawab tantangan tersebut, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Barat mengambil langkah konsolidasi dengan menggelar Rapat Koordinasi Bidang (Rakorbid) Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP).
Agenda yang mempertemukan para penggerak tradisi keilmuan di tubuh IPM ini dilangsungkan secara virtual melalui platform Zoom Meeting pada Jumat malam, 5 Desember 2025, mulai pukul 19.30 hingga 22.00 WIB.
Rakorbid ini bukan sekadar pemenuhan kalender organisasi, melainkan sebuah simposium gagasan untuk merumuskan ulang peta jalan literasi dan diskursus intelektual di tingkat wilayah. Hal ini tercermin dari susunan pengisi acara yang mengolaborasikan gagasan dari tingkat daerah hingga pusat.
Ketua Umum PW IPM Jawa Barat, Sunanulhuda, hadir langsung memberikan pengantar, meletakkan dasar filosofis mengapa pengkajian ilmu pengetahuan harus tetap menjadi denyut nadi ikatan. Diperkuat dengan wawasan skala nasional, forum ini juga menghadirkan Ketua Bidang PIP Pimpinan Pusat (PP) IPM, Brilliant Dwi Izzulhaq, yang didapuk untuk memaparkan keynote speech guna membuka cakrawala pemikiran para peserta.
Jalannya konsolidasi strategis ini dikawal penuh oleh formasi lengkap personalia Bidang PIP PW IPM Jawa Barat. Di bawah komando Amartian Bagus Pratama selaku Ketua Bidang dan Najla Balqis Khansa sebagai Sekretaris Bidang, serta dukungan dua anggota bidang, Redyandi S Dinata dan Robby Yusup, forum ini membedah berbagai rancangan program kerja yang adaptif.
Bagi Bidang PIP, tugas mereka melampaui sekadar menyelenggarakan diskusi atau lapak baca. Mereka memegang amanah besar untuk menghidupkan kembali kebudayaan membaca, menulis, dan meneliti di kalangan pelajar Muhammadiyah se-Jawa Barat.
Melalui perjumpaan di awal Desember ini, PW IPM Jawa Barat berharap dapat menelurkan kebijakan dan program yang mampu mentransformasi pelajar menjadi individu yang berwawasan luas, kritis, dan siap menjadi produsen gagasan bagi kemajuan peradaban.