Portal Berita

← Kembali ke Daftar Berita
Penulis 23 May 2026

PW IPM Jawa Barat Gelar Rakorbid KDI, Rancang Strategi Dakwah untuk Wujudkan Pelajar Berdampak

Banner Berita

BANDUNG, 21 Februari 2026 — Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Barat melalui Bidang Kajian Dakwah Islam (KDI) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Bidang (Rakorbid) pada Sabtu (21/2/2026). Berlangsung secara virtual melalui platform Zoom Meeting mulai pukul 21.00 WIB, agenda ini dihelat guna menyelaraskan program kerja serta memperkuat fondasi dakwah di kalangan pelajar.

Konsolidasi strategis ini dihadiri oleh jajaran personalia Bidang KDI PW IPM Jawa Barat, yakni Dwi Setiawan N. selaku Ketua Bidang, Maulana Zakki F. sebagai Sekretaris Bidang, serta Ikhlas Ulul Albab dan Kevin Nugraha selaku Anggota Bidang. Rapat ini juga mendapat arahan dan pendampingan langsung dari Ketua Umum PW IPM Jawa Barat, Sunanulhuda.

Dalam pelaksanaannya, Rakorbid KDI difokuskan pada sejumlah agenda manajerial dan taktis. Kegiatan diawali dengan perkenalan personalia baru yang dilanjutkan dengan penjabaran detail program kerja Bidang KDI tingkat wilayah untuk periode mendatang.

Salah satu bahasan utama yang menjadi sorotan dalam forum ini adalah pematangan konsep dan persiapan teknis untuk program Pelatihan Kader Mubaligh (PAKEM) serta Pelatihan Da'i Pelajar Muhammadiyah (PDPM) 3. Forum juga secara khusus mendiskusikan penentuan Pimpinan Daerah yang akan ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan PDPM 3.

Selain berorientasi pada perencanaan ke depan, Rakorbid ini juga difungsikan sebagai instrumen evaluasi. Hal ini diwujudkan melalui agenda pemaparan laporan perkembangan (progress report) dari perwakilan Bidang KDI Pimpinan Daerah (PD) IPM se-Jawa Barat.

Melalui konsolidasi struktural dan programatik ini, PW IPM Jawa Barat menargetkan optimalisasi peran dakwah di sekolah-sekolah dan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan komitmen ikatan untuk terus mencetak generasi muda yang seimbang secara intelektual dan spiritual, guna mewujudkan visi besar sebagai "Pelajar Berdampak".